Postingan

Malapetaka

Lihatlah derita yang kau cipta Melebihi segala malapetaka Bumi dan seisi hancur melebur Juga harap hidup yang harus ku-kubur Bulan 'kulalui, nelangsa. Bulan kau lalui, bahagia. Busuk tetap tercium Jangan harap ulur! _Muhammad Rafi Akbar, 12 Mei 2022

Dari Langit Sukabumi

Hujan turun dari langit Sukabumi Rintik berubah menjadi deras Kita berteduh, terdiam. Di antara butiran air yang turun. Bisu. Kau enggan berbicara seakan hujan hanya satu-satunya suara. Barangkali diam kali ini menjadi kencan kita di penghujung minggu? Kita menembus tebalnya malam, Sil. _Muhammad Rafi Akbar, 11 Mei 2022

Cinta

Di antara kedua bola mata itu, ada cinta Cinta yang kau jajakan padaku. Tiada perlu pula aku menawar Karena dengan hidupku pun aku rela membayar. Jangan lagi kau terbelah atau pun terpisah! Aku menemukanmu Jiwaku... Jangan lagi kau mengembara Ragaku... _Muhammad Rafi Akbar, 11 Mei 2022

Pengembara

                                                   teruntuk ibu... Aku masih di sini Membaringkan sisa-sisa tubuhku Ditemani lampu kamar yang pelit akan cahaya Redup pula tatapanku di antara lamunannya "Akankah sampai lusa tubuh ini masih tersisa?" Di mana aku harus mengadu? Kepada ibuku? Oh, ibu. Engkau selalu jadi tempat terbaik untukku mengadu! Tapi, apa halnya jika orang lain tahu anakmu yang sudah besar ini selalu mengadu? Kata mereka: Kau sudah besar! Pengadu! Biarlah aku tanggung sendiri cakapnya Biar juga aku makan omongan mereka yang enggan memberi nasi. Sejujurnya aku kebal akan caci Tapi rapuh jika tanpamu, bu. _Muhammad Rafi Akbar, 8 Mei 2022

Benderang Cahaya

Malam ini sudah kepalang gelap Bintang dan bulan sudah jadi kiasan biasa 'Kubuat saja semua jadi gulita Biarlah. Biar gelapnya memekat. Tangan ini sudah cukup dingin beku Tapi wajah ini masih mengharap termangu Masih di sini. Menanti apa? Malam pun tak begitu indah kali ini. Suara itu muncul, dari kolong gelap menyapa. Seakan pernah menyentuh lapisan kata yang 'kubangun. Suara jangkrik memekik malam. Melebur Malam hilang entah ke mana Pergi jutaan kilo meter. Tak meninggalkan jejak Hanya menyisakan cahaya yang mulai benderang _Muhammad Rafi Akbar, 21 April 2022

Sebuah Pesan Dalam Angan

Cari tanya dalam surat, terbakar. Cari jawab dalam kicau, terbantah. 'Ku berteriak pada angin. Menyelipkan segala keluh pada setiap hembusnya. Agar tanyaku tidak perlu hilang terbakar. Juga jawab yang 'kucari tidak perlu membisu terbantah. Sampaikan, telusuri arah jauhmu. Hinggaplah sejenak padanya. Satu pesanku: jangan datang bersama hujan, karena ia membencinya. _Muhammad Rafi Akbar, 2 Februari 2022